Kotak Kebahagiaan
Seorang gadis dengan
paras imut dan manis melontarkan senyuman kepada teman barunya. Sambil sesekali
merapihkan rambut pendek ikalnya. Dia ingin terlihat rapi, ramah dan baik
kepada teman dan guru baru. Mata sipit yang dia punya menghipnotis semua yang
ada dihadapanya.
“Hallo teman-teman, perkenalkan nama
saya Azahra Moni Kusuma, biasa di panggil moni, saya pindahan dari Smk n
purwojati, banyumas. Saya pindah ke jakarta karena ayah saya ada bisnis di
sini, Terima Kasih”.
“iya, ini teman baru kalian namanya
moni. Mungkin dari anak-anak ada pertanyaan untuk moni?”.
“saya bu, saya ingin bertanya kepada
moni”. Seorang anak berkulit putih dan hidung pancung mengangkat angkatnya dan
semua mata tertuju kepadanya.
“iya silahkan Pandu”.
“hallo moni, sebelumnya perkenalkan nama
saya pandu candra lesmana...”
*Huuuuu* sorakan teman-teman menyerbu
anak berkulit putih itu.
“tenang saudara-saudara sekalian” pandu
sambil melambaikan tangan kepada sekeliling teman-temannya ala artis yang
sedang menyapa penggemarnya.
Moni terlihat menahan
ketawanya melihat tingkah anak berkulit putih itu sambil sesekali menutup mulut
dengan tangan mungilnya.
“pertanyaan saya adalah boleh kan kalau
saya minta nomer Hpnya?”. Tanya pandu dengan cengesngesan
*Huuuuu* sorakan
teman-teman kembali terdengar, bahkan lebih keras dari sebelumnya. Moni
menggelengkan kepalanya tanda bahwa dia heran dengan anak itu.Perkenalan hari
ini di warnai dengan gombalan-gombalan dari pandu. Suasana menjadi ramai dan
lebih ramai dari biasanya.
“hay,
moni saya Tia, ini alma, dan cowo yang manis ini dhito”. Tia memperkenalkan
dirinya dengan sahabat-sahabat karibnya. Awal perkenalan antara moni, tia,
alma, dhito dari hari ke hari semakin akrab, bahkan sudah menjadi sahabat 4
serangkai.
Persahabatan ini di
bangun sudah menginjak 4 bulan. Sangatlah beruntung moni pindah sekolah masih
di awal semester kelas 11, jika sudah di tengah semester moni akan di repotkan
dengan tugas-tugas serta materi yang tertinggal.
Moni
merupakan anak terakhir dari 2 bersaudara, dia tinggal bersama mas Azrul dan
ayahnya. Mas azrul mahasiswa tingkat akhir yang sebelumnya sudah pindah
universitas di jakarta setelah bundanya meninggal.
karena ayahnya terlalu
sibuk dengan urusan bisnisnya, mau tidak mau mas Azrul lah yang mengurusi
kebutuhan moni. Walaupun keluarga moni merupakan kelas atas tetapi ayah tidak
menginginkan adanya pembantu di rumahnya melainkan kedua anaknya harus bisa mandiri.
2 tahun yang lalu bunda
moni meninggal akibat sakit yang cukup parah, yang bersamaan dengan hari ulang
tahun moni. Begitu kecewa, sedih, dan sangat terpukul moni saat itu. Yang
seharusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi hari kehilangan.
“mas,
ayah dimana? Koq jam segini belum pulang yah? Kan sudah larut malam”. Tanya
moni sambil melirik jam dinding yang menunjukan pukul 23.00.
“sebentar lagi pulang koq sayang,
mending moni tidur saja, besok kan berangkat pagi”.
“tapi moni pengen ngobrol sama ayah
mas”. Moni dengan nada yang agak tinggi.
Sebelumnya
moni bukanlah anak yang manja dan pemarah tetapi semenjak kejadian itu
perubahan sikapnya semakin menjadi. 20 menit berlalu moni masih menunggu ayah
di depan TV. Berkali-kali moni mengintip dari jendela rumahnya, tetapi hasilnya
nihil. Melihat moni tertidur kelelahan di sofa menunggu sang ayah mas azrul
membopongnya ke dalam kamar.
*ting
tong...ting tong...* suara bel berbunyi. Azrul segera berlari untuk membukakan
pintu.
“eh ayah, asalamamu’alaikum” mas azrul
meraih tangan orang tua berkulit putih rambut ikal itu.
“wa’alaikumsalam nak, moni sudah tidur?
Maaf sekali ayah pulang begitu malam”.
“sudah yah, pasti banyak yang harus
segera di selesaikan ya yah?”
“iya nak, ya sudah kamu tidur saja,
jangan lupa skripsinya di selesaikan, jangan malas juga ya”.
“iya ayah, terimakasih dukungannya,
kalau begitu azrul tidur dulu ya yah, selamat malam ayah”. Azrul memeluknya
sebagai tanda perpisahan untuk malam ini.
***
“Selamat pagi ayah,
selamat pagi mas azrul hari ini begitu cerah”
“Dan tidak lupa moni
ucapkan selamat pagi bunda”. Nada moni mendadak melemah.
Sekitar pukul 05.30 moni beranjak dari tempat
tidurnya.
“mas , ayah mana?”
Terlihat mas azrul
sibuk dengan peralatan dapurnya , untuk menyiapkan sarapan pagi ini.
“di kamar sayang”.
Tanpa berhenti memasak
Moni langsung menuju ke
kamar ayah.
Suara percikan air
terdengar dari luar kamar ayah, mungkin saja ayah sedang mandi. Lalu moni
menunggu di depan TV.
“lho, moni gak jadi
kekamar ayah?”.
“lagi mandi kayaknya
mas”.
“ohhh...” mas azrul
sambil meletakan piring-piring di meja makan.
Ayah muncul dari kamarnya sudah menggunakan seragam
rapi dan tidak terlupakan tas jinjing kesayangannya.
“ayah, makan dulu”.
“iya ayah, mas azrul
udah bikinin makanan kesukaan ayah lho, sop daging plus tempe, moni yang
ambilin ya yah”. Tangan moni tak lepas dari piring untuk mengambilkan makakan
buat ayah.
“iya sayang, terima
kasih”.
Mereka melahap makanan yang telah tersedia, terpancar
aura moni yang cerah ceria bisa kembali makan bersama ayah dan mas azrul,
karena hari sebelumnya moni selalu bangun siang dan itu membuat tidak bisa
makan bersama.
“ayah, kapan kita bisa
jalan-jalan?” tanya moni masih dengan mulut penuh makanan.
“di habiskan dulu moni,
baru boleh berbicara”. Tegas ayah.
“emmm”.sambil mengunyah
tanpa meninggalkan Jari jempol dan jari telunjuk di bulatkan kode ok dari moni.
Setelah semua selesai moni mengawali perbincangan yang
tadi sempat di berhentikan.
“ayah bagimana?”
“bagaimana kalau minggu
depan? Kebetulan ayah belum ada jadwal, bagaimana denganmu rul?”.
“aku juga free koq
yah”. Mas azrul tersenyum kecil.
“yes yes yes,makasih
ayah”. Moni kegiarangan sambil memeluk sang ayah.
Hari demi hari moni bersemangat sekali untuk pergi
kesekolah di temani dengan sahabatnya yang begitu baik kepadanya. Mengerjakan
PR bersama, belajar bersama dan bermain bersama. Di sekolah moni tidak pernah
menunjukan kemanjaannya dan emosionalnya. Tetap manis, imut serta ceria,
walaupun dalam hati kecilnya ada perasaan sedih karena bunda telah tiada.
“hey moni manis” goda cowo berkulit putih
Yup benar, pandu.
Setiap hari dia selalu menggoda moni, dan tidak mau berhenti untuk mengejar
moni. Tetapi untunglah ada dhito yang selalu menjaga moni dari cowo playboy cap
kapak tersebut.
Waktu telah tiba, hari yang paling di tunggu-tunggu
oleh moni, minggu? Itu artinya weekend bersama ayah dan mas azrul. Seperti
biasa setiap pagi mas azrul menyiapkan sarapan. Perlu di apresiasi untuk mas
azrul karena jago masak, beruntunglah yang menjadi pasangnnya kelak.
“lho lho lho... ayah
koq udah rapi sekali? Moni kan baru bangun yah, kenapa bawa tas jinjing juga?”.
“maaf banget sayang,
ayah tidak bisa minggu ini, mendadak ada meeting bersama klien... moni bisa
jalan-jalan sama mas azrul ya..”.
“kan ayah sudah janji
sama moni yah”. Moni menghentikan makannya .sambil mengucapkan dengan nada
tinggi.
“terserah ayah saja
lah, moni sudah kenyang”. *brakkk!*Moni
meletakan sendok dan garpu yang ada di tangan moni, lalu meninggalkan meja
makanan.
Dongkol, kecewa , marah , itu yang di rasakan moni.
Apakah ayah sudah tak
sayang lagi sama moni? Kenapa ayah tidak ada waktu dengan moni? Andai saja
bunda masih ada pasti tidak akan seperti ini. Mas azrul juga sudah mulai sibuk
dengan skripsinya. Lalu?.
*tok...tok...tok...* sekerika lamunan moni buyar. Apa
itu ayah? Batinnya.
“sayang, buka pintunya
dong?”.
Oh bukan, ternyata mas
azrul, mungkin ayah sudah berangkat.
“masuk saja mas, gak di
kunci koq”.
Mas azrul masuk kamar
moni.
“moni, tadi ayah janji
akan mengajakmu jalan-jalan koq”.
“ah sudah lah mas, moni
bosan sama janji ayah, dia selalu mementingkan kliennya di bandingkan
anaknya!”. Sambil mengerutkan dahi
“bukan seperti itu
sayang, ayah mencari uang kan juga buat kita, buat moni, moni minta apa saja
pasti..”
“pasti dikasih gitu mas,?
iya mas??”. Moni memotong pembicaraan mas azrul
“tapi moni itu butuh
kebahagiaan mas! Emang kita pernah jalan bareng mas?, gak pernah kan semenjak
bunda tidak ada”. Mata moni kini berkaca-kaca.
Mas azrul hanya diam
dan tidak bisa berucap apapun lagi dan memeluk adik kesayangannya,Moni.
***
Tia,Alma dhito selalu setia mendengar curhatan moni.
Mereka mengajak moni jalan-jalan untuk
menghilangkan masalah-masalahnya. Ke toko buku, ke ragunan dan terakhir ke
monas, mereka bebas melakukan apapun di sana. Secara tidak sengaja di monas ada
para komunitas mengadakan meet and greet, kali ini datang dari komunitas
Beliebers. Yup ini adalah sebutan untuk penggemar Justin Bieber. Moni dan
sahabatnya hanya bisa menyaksikan kehebohan mereka, menyanyi bersama-sama,
dance, sambung lirik dan masih banyak lagi.
“thanks tia, Alma ,
dhito, kalian selalu ada di saat aku kesepian”
Mereka berangkulan satu
dengan yang lainnya. Persahabatan ini begitu indah tetapi untuk masalah
keluarga? Ah lupakan sejenak.
Mulai hari besok adalah hari libur sekolah , 1 minggu.
Tia pergi ke kampung halaman ayahnya di yogyakarta, Alma mungkin hanya
jalan-jalan sekitar jakarta saja karena dia asli orang sini, dan dhito juga
akan berlibur ke surabaya bersama keluarganya, sedangkan moni? Entahlah, moni
tidak begitu yakin hari libur kali ini akan jalan-jalan.ya seperti yang kita
ketahui ayah moni super duper sibuk dengan bisnisnya, mas azrul? Paling juga
jalan-jalan sama pacarnya.
Hai bintang? Apa kau kesepian seperti diriku ini? Apakah
boleh aku menemanimu malam ini? Aku harap esok akan lebih baik , akan selalu
lebih baik. Selamat malam ayah, selamat malam mas azrul, selamat malam bunda,
selamat malam sahabatku. I love u all.
“mas, mas tau ini hari apa?” tanya moni kegirangan.
“tau, hari senin,
kenapa sayang”. Seperti biasa Mas azrul masih sibuk dengan peralatan dapurnya
tanpa menoleh kepada moni.
“serius mas...”
tanyanya agak ketus.
“iya moni, mas serius,
sudah sana nonton tv dulu atau bantu siapin meja makan, mas sebentar lagi selesai”.
“huft...iya” moni agak
kesal dan pergi untuk menyiapkan meja makan.
“masss...” teriak moni.
“jangan teriak-teriak”.
Mas azrul menyahuti moni sambil berjalan menuju meja
makan.
“kenapa?” ,
“ayah sudah berangkat
yah mas?”.
“sudah tadi, ada
keperluan mendadak”.
Mereka sarapan pagi
tetapi moni masih memikirkan ayahnya. Setega itukah ayah terhadap moni? Hari
ini adalah hari ulang tahun moni ke 16.
Bunda, hari ini moni ulang tahun, apa bunda
mengingatnya? Tapi kenapa ayah dan mas azrul tidak mengingatnya bunda? Berarti
benar dugaan moni, mereka sudah tidak sayang lagi terhadap moni?ayah, ayah
sibuk dengan bisnis. Mas azrul, sibuk dengan skripsi dan pacarnya. Kenapa semua
ini terjadi kepadaku bunda? Kenapa!. Moni menangis deras sambil memeluk bingkai
foto bundanya. Moni tertidur sampai malam.
Sementara itu ayah, dan mas azrul menyiapkan kado
spesial untuk moni tersayang tanpa sepengetahuan moni. Jam 10 malam ayah
meletakan kotak yang cukup besar berwarna merah di samping tempat tidurnya.
Ayah dan mas azrul menonton acara bola kesukaan mereka.
“emhh... jam berapa
ini?” moni terbangun dengan wajah yang kusam dan mata yang bengkak akibat
menangis seharian.
“masssssss...” teriak
moni mengagetkan mas azrul dan ayah.
“hem apa ini? Besar
amat yah?Kotak merah dari siapa?”.
Moni membukanya dengan
penasaran setelah mencuci mukanya yang kusam.
Kotak pertama telah terbuka, “yaelah ada lagi”.
Kotak kedua dibuka”
buset dah ah ada lagi” sambil memasang muka jengkelnya
kotak ke tiga di buka”
ini sih namanya ngerjain orang” asap dari hidungnya mulai terlihat.
Kotak ke empat dibuka
“hah, masih ada?hadeh” api mulai berkobar.
kotak terkecil di buka,
bertuliskan “moni sayang, coba kamu lihat
di belakang foto bunda ada apa?.
“ya ampun... pasti ini
kerjaan mas azrul”. Muka memerah dan tampak ada tanduk di atas kepalanya.
Moni segera mengecek
nya di belakang foto bunda. Di bongkar bingkainya ada tulisan “ hallo sayang, selamat ulang tahun yang ke
16, semoga jadi anak yang baik dan patuh sama ayah dan mas azrul ..coba moni liat
di lemari moni ada kotak, di cari ya
sayang, I love you by: bunda”.
Bunda? Apa ini tulisan
bunda?. Mata moni mulai meneteskan air mata dan hujan deras dari matanya
mengalir. Sempat ada perasaan jengkel juga karena karus membuka ini itu.
Terimakasih bunda, moni akan mengemban amanah bunda.
Moni mencari kotak yang bunda maksud di dalam lemari.
“yeah, akhirnya ketemu
juga”.
Sejenak moni terdiam,
“ah pasti moni di kerjain mas azrul” gumamnya.
Moni segera membukanya.
Kaget, merasa tidak
percaya, tanduk dan api mulai menghilang dan pelangi mulai bermunculan.
“Aaaaaaaaaaaaa”.
“yeessssssss.....yes
yes yes!” teriak moni sambil meloncat-loncat kegirangan.
Moni segera keluar
kamar sambil berlari menuju ayah dan mas azrul tak lupa 3 tiket pergi ke paris
di genggaman tangannya.
“ayahhh,, mas azrul..”
*brukkkk* moni merangkul ayah dan mas azrul dari belakang yang sedang asik
menonton acara bola.
“terimakasih ayah,
terimakasih mas, muah,muah” moni sambil
mengecup pipi ayah dan mas azrul.
“ishh apaan sih moni,
berat tau”. Mas azrul dengan nada sebal. Bagaimana tidak dia sedang asik nonton
bola di ganggu sama gadis berambut ikal itu.
“hehehe mas ku jangan
galak-galak gitu dong” sambil mencubit pipi mas azrul.
“maaf ya sayang telah membuat moni menunggu terlalu
lama” kecup sang ayah. “ tak apa ayah, moni bahagia sekarang, bahagia sekali”.
Tak henti-hentiya moni tersenyum lebar. “ dasar anak manja” kata mas azrul
sambil mengacak-acak rambut pendek ikal moni.
“itu kado dari bunda,
ayah, dan mas mu yang ganteng ini” ayah tersenyum lebar sambil mencubit perut
mas azrul.
“sakit ayah. Hehe, ayo
berkemas-kemas, besok jam 6 harus sudah ada di bandara”.
“siap...! hehe” moni
sambil menghormat seolah berhormat kepada sang merah putih.
Malam itu adalah malam yang paling bahagia yang pernah
moni miliki selama hidupnya. Akhirnya liburan sekolah kali ini moni bisa
jalan-jalan bukan hanya di jakarta melainkan ke paris, tempat idaman yang moni
impikan.
Terimakasih
bunda atas kotak kebahagiaan ini
Terimakasih
ayah sudah menyemptkan waktu untuk moni
Terimakasih
mas azrul selama ini udah menjaga moni dengan baik
Terimakasih
sahabatku yang selalu ada di setiap aku terpuruk, semoga liburan sekolah ini
menyenangkan
Terimakasih
untuk semuanya.
Paris
I’m Coming....! :D

Subhanallah Luar biasa wie cerpenya
ReplyDelete